Berita Terkini8 Feb 2026, 20.24
Warisan Bilal bin Rabah: Gema Memerdekakan
Oleh: Azis Subekti * Di tengah panas pasir Makkah yang membakar kulit dan harga diri, seorang budak bernama Bilal bin Rabah dipaksa memilih: hidup dengan tunduk pada kebatilan, atau mati dalam kejujuran iman. Tubuhnya direbahkan, dadanya ditindih batu besar, nafasnya diperas oleh kekuasaan yang pongah. Namun dari bibir yang kering itu tidak keluar keluhan, tidak pula tawar menawar. Yang lahir justru satu kata, diulang tanpa jeda, seperti denyut jantung semesta: Ahad… Ahad… Bilal tidak sedang...
