Ketika Prancis Kehilangan Wajahnya, Spanyol Menari Seperti Matador
Oleh: Azis Subekti * Tidak semua kekalahan dimulai oleh sebuah gol. Sebagian dimulai ketika sebuah tim perlahan tidak lagi mengenali dirinya sendiri. Malam itu di Arlington, Texas, langit musim panas masih menyisakan hawa hangat ketika dua bangsa sepak bola memasuki lapangan. Di satu sisi berdiri Prancis, negeri yang selama bertahun-tahun menjadikan kekuatan, kecepatan, dan efisiensi sebagai bahasa sepak bolanya. Di sisi lain hadir Spanyol, bangsa yang selalu percaya bahwa bola bukan sekadar...
