Artikel Terbaru

Temukan cerita terbaru dari penulis kami.

WhatsApp Image 2026 10 16 at 10.30.39Baca Menit ke-116: Sebelum Kita Menyebutnya Akhir
Berita Terkinibeberapa jam lalu

Menit ke-116: Sebelum Kita Menyebutnya Akhir

Oleh: Azis Subekti* Di Gelora Bung Karno malam itu, saya Azis Subekti menyaksikan betapa panjangnya beberapa menit ketika harapan sedang dipertaruhkan. Indonesia tertinggal. Waktu terus berjalan. Dari tribun, saya memandang para pemain yang masih berusaha menemukan jalan ke gawang Thailand, sementara di dalam diri saya, keinginan untuk percaya mulai berhadapan dengan kecemasan yang sulit ditenangkan. Ada bagian dari hati yang ingin terus berharap. Ada pula yang pelan-pelan menyiapkan diri unt...

WhatsApp Image 2026 07 14 at 17.58.52 (2)Baca Keadilan Lingkungan, Fakta Taman Nasional Tesso Nilo, dan Moral Hazard Manusia
Berita Terkini2 hari lalu

Keadilan Lingkungan, Fakta Taman Nasional Tesso Nilo, dan Moral Hazard Manusia

Oleh: Azis Subekti Pendiri Serikat Masyarakat Produktif Indonesia, Mahasiswa Program Doktor Hukum UAI, Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra Hutan dapat kehilangan sebagian besar pepohonannya, sementara namanya tetap tercatat sebagai taman nasional. Itulah kegelisahan yang dibawa Taman Nasional Tesso Nilo ke hadapan kita. Pada Juni 2025, Kementerian Kehutanan menyebutkan bahwa sekitar 24 persen dari kawasan seluas 81.793 hektare masih berupa hutan. Sebagian besar sisanya telah menjadi areal t...

Anggota Badan Legislasi  Baleg  DPR RI  Azis Subekti  Foto   Dok Andri20260914131501Baca Ketika Negara Belajar Membaca Kenyataan
Berita Terkini2 hari lalu

Ketika Negara Belajar Membaca Kenyataan

Oleh: Azis Subekti * Ada keluarga yang hidup dalam kesulitan, tetapi tidak tercatat sebagai penerima bantuan. Ada lahan yang sudah dibangun pesantren dalam waktu lama, tetapi di peta tercatat sebagai lahan sawah, Ada sekolah yang kekurangan guru, sementara laporan administratif menunjukkan jumlah tenaga pendidiknya mencukupi. Baru-baru ini publik gaduh terkait penetapan desil yang dianggap keliru oleh banyak warga yang kehilangan hak pelayanan dari negara karena penggolongannya dirasa tidak s...

380d23bf 343e 4db8 ab13 89a4cd02297e (1)Baca MENGELOLA KEKAYAAN NEGARA DENGAN KEBIJAKAN POLITIK: REFORMA AGRARIA DAN PENGUATAN EKONOMI DARI BAWAH
Berita Terkini2 hari lalu

MENGELOLA KEKAYAAN NEGARA DENGAN KEBIJAKAN POLITIK: REFORMA AGRARIA DAN PENGUATAN EKONOMI DARI BAWAH

Oleh: Azis Subekti* Undang-undang tidak pernah lahir di ruang yang kosong. Di balik setiap pasal terdapat pilihan mengenai siapa yang hendak dilindungi, kepentingan siapa yang hendak didahulukan, serta arah kehidupan bersama seperti apa yang ingin dibangun. Karena itu, kebijakan politik tidak semestinya dipahami hanya sebagai pekerjaan membuat undang-undang baru, menambal kekurangan peraturan lama, atau mengharmonisasi aturan yang saling bertabrakan. Pada tingkat yang lebih mendasar, kebijaka...

e0d8e0a6 b82a 4cbd 9cd1 79a2ce32216aBaca COGNITIVE RESILIENCE (Dari Literasi Digital Menuju Kedaulatan Berpikir di Zaman AI)
Berita Terkini28 Agu 2026, 19.05

COGNITIVE RESILIENCE (Dari Literasi Digital Menuju Kedaulatan Berpikir di Zaman AI)

Oleh: Azis Subekti * Peradaban manusia tidak tumbuh karena manusia mengerjakan semuanya sendiri. Ia tumbuh justru karena manusia terus menemukan cara untuk memindahkan sebagian bebannya kepada sesuatu di luar dirinya. Ketika tulisan ditemukan, manusia tidak lagi harus menyimpan seluruh ingatan di kepalanya. Ketika buku lahir, pengetahuan dapat hidup lebih lama daripada pemiliknya. Kalkulator mengambil sebagian pekerjaan berhitung. Mesin pencari memperluas ingatan kita hingga hampir tak berbat...

WhatsApp Image 2026 08 28 at 19.02.41Baca SETELAH IJAZAH, LALU APA?
Inspirasi28 Agu 2026, 19.03

SETELAH IJAZAH, LALU APA?

(Menemukan Kembali Arah Pembangunan Manusia Indonesia) Oleh: Azis Subekti* Selama beberapa generasi, ada sebuah keyakinan yang hidup hampir tanpa perlu dijelaskan di banyak keluarga Indonesia: sekolahkan anak setinggi mungkin, karena pendidikan akan membawanya menuju kehidupan yang lebih baik. Untuk keyakinan itu, orang tua bekerja lebih keras. Ada yang menjual sawah, mengambil pinjaman, mengurangi kebutuhan rumah tangga, atau merelakan anaknya pergi jauh dari kampung halaman. Di dinding ruma...

ad775d1f 9ce4 401a 89c1 7b33f6677f85Baca ANTIKLIMAKS ARGENTINA
20 Jul 2026, 08.30

ANTIKLIMAKS ARGENTINA

Oleh: Azis Subekti * Malam itu, di New York New Jersey Stadium, East Rutherford, lebih dari delapan puluh ribu pasang mata datang dengan harapan yang hampir sama. Mereka ingin menyaksikan sebuah klimaks. Sebuah pertandingan yang menghadirkan gol-gol indah, penyelamatan mustahil, atau mungkin adu penalti yang membuat jutaan orang menahan napas hingga detik terakhir. Mereka datang untuk melihat apakah Argentina, sang juara bertahan, mampu menulis akhir yang sempurna, atau Spanyol berhasil menan...

WhatsApp Image 2026 07 16 at 20.37.35Baca Mimpi Inggris Pupus di Ujung Waktu
Berita Terkini16 Jul 2026, 21.04

Mimpi Inggris Pupus di Ujung Waktu

Oleh: Azis Subekti * Di Atlanta, malam berjalan lambat. Lampu-lampu stadion menggantung seperti bintang yang dipaksa turun ke bumi, menyaksikan dua bangsa yang sejarahnya terlalu panjang untuk sekadar disebut dalam pertandingan sepak bola. Inggris datang membawa keyakinan bahwa disiplin mampu mengalahkan imajinasi. Argentina datang membawa keyakinan yang berbeda: selama peluit terakhir belum berbunyi, pertandingan belum benar-benar selesai. Di antara dua keyakinan itu berdirilah seorang lelak...

747062826 10234352718901607 2175707946752428147 nBaca Ketika Prancis Kehilangan Wajahnya, Spanyol Menari Seperti Matador
Berita Terkini15 Jul 2026, 18.58

Ketika Prancis Kehilangan Wajahnya, Spanyol Menari Seperti Matador

Oleh: Azis Subekti * Tidak semua kekalahan dimulai oleh sebuah gol. Sebagian dimulai ketika sebuah tim perlahan tidak lagi mengenali dirinya sendiri. Malam itu di Arlington, Texas, langit musim panas masih menyisakan hawa hangat ketika dua bangsa sepak bola memasuki lapangan. Di satu sisi berdiri Prancis, negeri yang selama bertahun-tahun menjadikan kekuatan, kecepatan, dan efisiensi sebagai bahasa sepak bolanya. Di sisi lain hadir Spanyol, bangsa yang selalu percaya bahwa bola bukan sekadar...