Demokrasi yang Terlalu Mahal: Pemilu sebagai Jalan Berbayar Kekuasaan
Oleh: Azis Subekti * Reformasi membuka demokrasi Indonesia dengan keyakinan yang nyaris tak pernah digugat: semakin sering rakyat memilih, semakin sehat demokrasi bekerja. Pemilu lima tahunan dan pemilihan kepala daerah langsung diperlakukan sebagai tujuan akhir, bukan sebagai alat. Namun setelah lebih dari dua dekade berjalan, kita mulai menyadari bahwa demokrasi elektoral kita menyerupai jalan berbayar, resmi, legal, tetapi mahal, dan tidak semua orang bisa melaluinya dengan selamat. Dalam...
