← Kembali ke Beranda

Tag: Sedulur Azis

WhatsApp Image 2026 10 16 at 10.30.39Baca Menit ke-116: Sebelum Kita Menyebutnya Akhir
Berita Terkinibeberapa jam lalu

Menit ke-116: Sebelum Kita Menyebutnya Akhir

Oleh: Azis Subekti* Di Gelora Bung Karno malam itu, saya Azis Subekti menyaksikan betapa panjangnya beberapa menit ketika harapan sedang dipertaruhkan. Indonesia tertinggal. Waktu terus berjalan. Dari tribun, saya memandang para pemain yang masih berusaha menemukan jalan ke gawang Thailand, sementara di dalam diri saya, keinginan untuk percaya mulai berhadapan dengan kecemasan yang sulit ditenangkan. Ada bagian dari hati yang ingin terus berharap. Ada pula yang pelan-pelan menyiapkan diri unt...

WhatsApp Image 2025 12 16 at 00.02.35Baca Satgas Rehabilitasi dan Rekonstruksi: Bukan Tambah Papan Nama, Tapi Mesin Pemulihan yang Lebih Kencang
Berita Terkini16 Des 2025, 00.28

Satgas Rehabilitasi dan Rekonstruksi: Bukan Tambah Papan Nama, Tapi Mesin Pemulihan yang Lebih Kencang

Oleh: Azis Subekti, Anggota DPR RI Fraksi Gerindra Saya ingin mulai dengan satu hal yang sederhana, bencana itu tidak menunggu rapat selesai. Air datang tanpa undangan, tanah bergerak tanpa permisi. Yang diuji bukan hanya ketahanan alam, tapi ketahanan kelembagaan kita. Apa yang disampaikan Presiden Prabowo dalam rapat paripurna kabinet hari ini (15/12/2025) patut kita dukung dengan kepala dingin, dada yang lebar dan kerja cepat, negara hadir, situasi dipantau, dan kita masuk ke fase rehabili...

WhatsApp Image 2025 12 15 at 00.43.46Baca Ketika Petani Menjadi Subjek: Fondasi Kedaulatan Pangan dan Reforma Agraria yang Adil
15 Des 2025, 00.45

Ketika Petani Menjadi Subjek: Fondasi Kedaulatan Pangan dan Reforma Agraria yang Adil

Oleh: Azis Subekti Anggota Komisi II DPR RI Fraksi Partai Gerindra Anggota Pansus Agraria DPR RI Kedaulatan pangan sering kita ucapkan sebagai cita-cita besar. Tetapi, cita-cita itu akan terus jadi slogan bila petani hanya kita posisikan sebagai objek semata, sekadar pelaksana, penerima program, atau tenaga kerja di lahan yang bukan miliknya. Petani harus ditempatkan sebagai subjek utama. Subjek berarti punya hak yang jelas atas tanahnya, punya ruang menentukan pilihan usaha taninya, punya po...