Artikel Terbaru

Temukan cerita terbaru dari penulis kami.

ChatGPT Image 11 Feb 2026, 21.05.31Baca Belajar Dari Paradoks Krisis
Berita Terkini11 Feb 2026, 21.14

Belajar Dari Paradoks Krisis

Krisis ekonomi sering datang tanpa pengumuman, tetapi hampir selalu meninggalkan pola. Ia dimulai dari angka angka yang runtuh, menjalar ke bank bank yang goyah, lalu berakhir pada kehidupan nyata: pekerjaan yang hilang, tabungan yang menguap, dan masa depan yang tiba tiba menyempit. Dalam ingatan publik, krisis kerap dipahami sebagai peristiwa teknis, soal kurs, suku bunga, atau pasar keuangan. Padahal, di baliknya selalu ada pilihan politik, relasi kuasa, dan cara pandang tentang siapa yang...

e2cd7ce4 573c 499a b2b9 bb5d563af20dBaca MIBA: Ketika Negara Memulai dari Diri Sendiri
Berita Terkini11 Feb 2026, 21.12

MIBA: Ketika Negara Memulai dari Diri Sendiri

Keindahan sebuah bangsa tidak pernah lahir dari baliho atau slogan yang dipoles rapi. Ia tumbuh dari disiplin, dari kebiasaan kecil yang dipaksa menjadi standar, lalu perlahan diterima sebagai kesadaran bersama. Dalam sejarah pemerintahan mana pun, perubahan semacam ini hampir selalu dimulai dari satu titik: kekuasaan yang berani menertibkan dirinya sendiri. Di situlah Gerakan MIBA Make Indonesia Beautiful Again yang digerakkan oleh Presiden Prabowo Subianto menemukan makna politiknya yang pa...

ChatGPT Image 11 Feb 2026, 20.51.35Baca Membenahi Mesin yang Lama, Menyiapkan Lompatan yang Baru
Berita Terkini11 Feb 2026, 21.11

Membenahi Mesin yang Lama, Menyiapkan Lompatan yang Baru

Dalam kurun 2019–2024, ekonomi Indonesia kerap dipresentasikan sebagai kisah ketangguhan. Angka pertumbuhan kembali naik setelah pandemi, ekspor melonjak, neraca perdagangan mencatat surplus panjang, dan investasi diposisikan sebagai bukti kepercayaan dunia. Pada level makro, negara tampak bergerak maju. Namun sejarah ekonomi selalu mengajarkan satu hal sederhana: pertumbuhan yang sehat tidak pernah cukup dibaca dari kecepatannya saja, melainkan dari arah dan daya jangkaunya. Di situlah perso...

a729407e 05a4 4900 8d3b 12673625e52fBaca Dari Konstitusi ke Kontestasi: Tentang Arah yang Dilupakan dan Kemarahan yang Salah Alamat
Berita Terkini11 Feb 2026, 21.10

Dari Konstitusi ke Kontestasi: Tentang Arah yang Dilupakan dan Kemarahan yang Salah Alamat

Pasal 33 UUD 1945 dan Proklamasi 17 Agustus 1945 lahir bukan sebagai hiasan sejarah. Keduanya disusun dalam kesadaran penuh bahwa penjajahan tidak berhenti pada pengusiran kekuasaan asing, melainkan selalu mencari jalan kembali melalui ekonomi, melalui ketergantungan, melalui elite yang lupa pada pijakan bangsanya sendiri. Karena itu, Proklamasi adalah pernyataan keberanian, sementara Pasal 33 adalah pagar agar keberanian itu tidak bocor oleh waktu. Para proklamator memahami watak kolonialism...

WhatsApp Image 2026 02 10 at 16.59.31Baca Anfield dan Gol yang Melukai Harapan
Berita Terkini10 Feb 2026, 19.43

Anfield dan Gol yang Melukai Harapan

(Matchweek 25, Minggu 8 Pebruari 2026) Anfield malam itu tidak sedang menjadi stadion. Ia menjelma ruang batin. Tempat kenangan, doa, dan kegelisahan manusia saling bertabrakan tanpa wasit. Ketika Liverpool FC menyambut Manchester City, sepakbola seakan sepakat menanggalkan wajah hiburannya. Ia memilih tampil sebagai cermin, jujur, dingin, dan tak pernah berpihak pada perasaan. Sorak datang lebih dulu, seperti harapan yang selalu ingin tiba sebelum waktunya. Gol Liverpool meledak dari kaki Do...

unnamed (3)Baca 15 Menit yang Kontradiktif bagi Persija dan Arema
Berita Terkini9 Feb 2026, 20.58

15 Menit yang Kontradiktif bagi Persija dan Arema

Kolom Bola Azis Subekti *) Malam itu, Gelora Bung Karno menjelma katedral sepak bola. Lampu lampunya menyapu wajah wajah yang percaya, genderang memukul udara, dan nyanyian membentuk keyakinan kolektif bahwa inilah kandang Persija Jakarta, tempat dominasi seharusnya menemukan takdirnya. Bola pun berputar setia pada kaki tuan rumah, rapi, sabar, penuh rencana. Di lapangan, Persija tampak seperti orkestra yang telah menghafal partitur. Witan Sulaeman membuka sayap, memanggil ruang. Gustavo Alme...

ChatGPT Image 8 Feb 2026, 21.16.40Baca Transformasi Kepemimpinan dari Perintah Menuju Dialog dan Kepercayaan
8 Feb 2026, 21.19

Transformasi Kepemimpinan dari Perintah Menuju Dialog dan Kepercayaan

Oleh Azis Subekti Anggota Komisi II DPR RI Legislator Fraksi Gerindra Tidak semua manusia tumbuh dalam ketenangan yang sama. Sebagian dibesarkan oleh satu tempat yang menetap, sebagian lain oleh perjalanan yang tak pernah benar benar berhenti. Dalam kehidupan Prabowo Subianto, yang bekerja sejak awal bukanlah kemapanan, melainkan perpindahan. Hidup menempatkannya dalam perubahan terus menerus, memaksanya memahami dunia lebih cepat, sebelum usia memberi cukup waktu untuk ragu. Sejak kecil, Pra...

WhatsApp Image 2026 02 08 at 20.30.36Baca Drama Malam Itu Menegaskan Bahwa Indonesia Ada Dalam Peta
Berita Terkini8 Feb 2026, 20.37

Drama Malam Itu Menegaskan Bahwa Indonesia Ada Dalam Peta

Oleh: Azis Subekti *) Malam di Indonesia Arena tidak hadir sebagai kebetulan. Ia seperti halaman yang lama ditahan untuk dibuka, pelan, tegang, dan penuh kemungkinan. Di sana, Timnas Futsal Indonesia berdiri di final Piala Asia, berhadapan dengan Tim Futsal Iran, kekuatan lama yang selama bertahun tahun menjelma garis batas imajiner bagi banyak negara Asia. Malam itu, batas itu tidak runtuh, tetapi retak, dan dari retakan itulah makna mulai menyala. Sejak bola pertama bergulir, Indonesia tida...

WhatsApp Image 2026 02 08 at 11.47.11 (1)Baca Warisan Bilal bin Rabah: Gema Memerdekakan
Berita Terkini8 Feb 2026, 20.24

Warisan Bilal bin Rabah: Gema Memerdekakan

Oleh: Azis Subekti * Di tengah panas pasir Makkah yang membakar kulit dan harga diri, seorang budak bernama Bilal bin Rabah dipaksa memilih: hidup dengan tunduk pada kebatilan, atau mati dalam kejujuran iman. Tubuhnya direbahkan, dadanya ditindih batu besar, nafasnya diperas oleh kekuasaan yang pongah. Namun dari bibir yang kering itu tidak keluar keluhan, tidak pula tawar menawar. Yang lahir justru satu kata, diulang tanpa jeda, seperti denyut jantung semesta: Ahad… Ahad… Bilal tidak sedang...