← Kembali ke Beranda

Kategori: Menggugah

13144db9 2a1c 469e a73e 002ff65aaea1Baca Negara di Tengah Perang Persepsi: Saatnya Merevolusi Komunikasi Publik Pemerintah
Menggugah20 Mei 2026, 22.14

Negara di Tengah Perang Persepsi: Saatnya Merevolusi Komunikasi Publik Pemerintah

Oleh: Azis Subekti* Beberapa minggu terakhir, ruang publik Indonesia terasa berbeda. Percakapan tentang ekonomi muncul hampir di mana-mana dengan nada yang lebih gelisah dibanding biasanya. Di warung kopi, media sosial, ruang keluarga, hingga kolom komentar berita ekonomi dan politik, orang-orang mulai membicarakan hal yang sama: rupiah melemah, harga terasa makin berat, pekerjaan terasa makin sulit, dan masa depan ekonomi mulai dipandang dengan lebih cemas. Kegelisahan itu sesungguhnya tidak...

GrO0VreXIAAH8rrBaca Papua Selatan, Film Pesta Babi, dan Perang Persepsi di Era Propaganda Modern
Menggugah14 Mei 2026, 14.06

Papua Selatan, Film Pesta Babi, dan Perang Persepsi di Era Propaganda Modern

Oleh: Azis Subekti* Di zaman ini, sebuah bangsa tidak selalu dihancurkan terlebih dahulu dengan peluru. Kadang ia dilemahkan lebih dulu melalui persepsi. Melalui gambar. Melalui emosi. Melalui narasi yang perlahan mengubah cara masyarakat melihat negaranya sendiri. Karena itu, kita hidup di sebuah masa ketika film, media sosial, dan ruang digital tidak lagi sekadar alat komunikasi. Ia telah berubah menjadi medan perebutan kesadaran. Dalam dunia modern, propaganda tidak selalu hadir dalam bent...

WhatsApp Image 2026 02 23 at 21.08.45Baca Ramadhan: Sekolah Pengendalian sebelum Sejarah Memberi Kuasa (Tahun 2 Hijriah)
Menggugah24 Feb 2026, 02.15

Ramadhan: Sekolah Pengendalian sebelum Sejarah Memberi Kuasa (Tahun 2 Hijriah)

Oleh: Azis Subekti Puasa tidak turun ketika umat Islam sepenuhnya lemah. Ia juga tidak turun saat kekuasaan telah mapan dan kemapanan itu mulai membatu. Puasa diturunkan di titik paling genting sejarah, ketika sebuah komunitas baru saja belajar berdiri dan untuk pertama kalinya merasakan bahwa mereka mungkin mampu mengubah dunia. Tahun kedua Hijriah. Madinah belum menjadi negara, baru sebuah kemungkinan. Para pendatang yang tercerabut dari tanah asalnya bertemu penduduk lokal yang belajar ber...

2326db0e ff77 48cf 9bd4 9dfb03d9cfd6Baca Samudra yang Tidak Ditaklukkan: Cheng Ho dan Etika Kekuasaan
Menggugah17 Feb 2026, 20.57

Samudra yang Tidak Ditaklukkan: Cheng Ho dan Etika Kekuasaan

Laut selalu memiliki cara sendiri untuk menyimpan rahasia manusia. Ia tidak mencatat dengan tinta, tetapi dengan arus; tidak dengan arsip, tetapi dengan gema layar yang pernah mengembang di dadanya. Di antara desir angin dan asin yang menempel di bibir cakrawala, pernah berdiri seorang lelaki yang menjadikan samudra bukan sebagai medan takluk, melainkan sebagai ruang perjumpaan. Cheng Ho. Laksamana Cheng Ho. Ia lahir dari tanah Yunnan yang jauh dari gemerlap istana. Masa kecilnya terenggut ol...

adae0093 daaa 433c b168 f871d4004f61Baca Liga Super Indonesia dan Tanggung Jawab Menyiapkan Tim Nasional
Menggugah15 Feb 2026, 23.51

Liga Super Indonesia dan Tanggung Jawab Menyiapkan Tim Nasional

Oleh: Azis Subekti * Sepak bola tidak dibangun oleh kesempurnaan, melainkan oleh kesadaran terhadap proses. Liga Super Indonesia berada dalam fase yang belum mapan, belum rapi, dan masih terus berubah. Kondisi ini kerap dibaca sebagai masalah, padahal justru menyimpan peluang: ruang untuk menentukan arah dengan pilihan yang disengaja, bukan sekadar mengikuti kebiasaan lama. Liga Super Indonesia layak dibaca melampaui skor dan klasemen. Ia hidup dari energi sosial yang mengitarinya. Suporter h...

5f85a05d 184d 47d1 ae14 20a5f10531e4Baca Hukum yang Mulai Menggigit
Menggugah15 Feb 2026, 23.41

Hukum yang Mulai Menggigit

Oleh: Azis Subekti * Korupsi di Indonesia bukanlah rahasia, melainkan kebiasaan yang terlalu lama dimaklumi. Ia hidup bukan karena kita kekurangan hukum, tetapi karena hukum sering kehilangan nyali. Maka setiap kali indeks pemberantasan korupsi diumumkan, publik tidak lagi bertanya mengapa nilainya rendah, melainkan bertanya: di mana negara berdiri ketika kekuasaan diuji oleh dirinya sendiri? Selama bertahun tahun, negara tampak sibuk membangun pagar, tetapi lupa membersihkan halaman. Regulas...

5fd08ac4 efc3 419a 9aad fc8540ea16efBaca Demokrasi yang Terlalu Mahal: Pemilu sebagai Jalan Berbayar Kekuasaan
Menggugah15 Feb 2026, 23.35

Demokrasi yang Terlalu Mahal: Pemilu sebagai Jalan Berbayar Kekuasaan

Oleh: Azis Subekti * Reformasi membuka demokrasi Indonesia dengan keyakinan yang nyaris tak pernah digugat: semakin sering rakyat memilih, semakin sehat demokrasi bekerja. Pemilu lima tahunan dan pemilihan kepala daerah langsung diperlakukan sebagai tujuan akhir, bukan sebagai alat. Namun setelah lebih dari dua dekade berjalan, kita mulai menyadari bahwa demokrasi elektoral kita menyerupai jalan berbayar, resmi, legal, tetapi mahal, dan tidak semua orang bisa melaluinya dengan selamat. Dalam...

e2b2aa8e 3f09 4f2b bd9f fc352ad957bbBaca Si Kancil dan Persatuan Nasional
Menggugah15 Feb 2026, 23.28

Si Kancil dan Persatuan Nasional

Dalam politik yang sering bising oleh sorotan dan pernyataan keras, ada sosok yang memilih bekerja dengan cara berbeda, tenang, terukur, dan efektif. Sufmi Dasco Ahmad kerap dijuluki Si Kancil. Bukan karena licik, melainkan karena kecerdikannya membaca situasi, kelincahannya menimbang risiko, dan kemampuannya menemukan jalan keluar ketika banyak kepentingan saling berhadapan. Julukan itu bukan muncul tiba tiba. Ketua MPR RI Ahmad Muzani pernah berkisah tentang pertemuan awalnya dengan Dasco,...

ChatGPT Image 15 Feb 2026, 23.20.38Baca Negara yang Selalu Membangun Jalan Baru, Tetapi Membiarkan Pipa Bocor
Menggugah15 Feb 2026, 23.21

Negara yang Selalu Membangun Jalan Baru, Tetapi Membiarkan Pipa Bocor

Oleh: Azis Subekti, Anggota DPR RI Fraksi Gerindra Indonesia kerap riuh sebagai negara yang terus mencari jalan baru menuju kemakmuran, industrialisasi, hilirisasi, transisi energi, ekonomi digital. Namun di balik kegaduhan itu, temuan PPATK justru menunjukkan persoalan yang lebih mendasar, bukan jalan yang kurang, melainkan kebocoran yang dibiarkan lama di jalur yang sudah ada. Negara sibuk merancang masa depan, tetapi lalai menutup celah yang sejak lama menggerogoti hari ini. Dugaan penyemb...

9e5d462c a33b 4309 8f3d bea56433b551Baca Solusi dan Ujian Asta Cita Presiden Prabowo di Bidang Pertanahan
Menggugah15 Feb 2026, 23.13

Solusi dan Ujian Asta Cita Presiden Prabowo di Bidang Pertanahan

Oleh: Azis Subekti, Anggota DPR RI Partai Gerindra Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto tidak memulai lembaran kosong dalam urusan pertanahan. Ia mewarisi tanah yang penuh bekas tapak konflik, dari kampung yang tercerabut oleh proyek strategis, hingga sertifikat ganda yang menukar rasa aman dengan kecemasan. Karena itu, Asta Cita di bidang pertanahan tidak berdiri di ruang hampa. Ia langsung berhadapan dengan kasus kasus nyata yang mencuat ke permukaan, kasus yang bukan hanya menguji kebija...

2040a45b 61f0 4d15 92c1 8628689aeed5Baca Venezuela Setelah Maduro: Retak Negara, Riuh Warga, dan Pencarian Makna
Menggugah15 Feb 2026, 22.38

Venezuela Setelah Maduro: Retak Negara, Riuh Warga, dan Pencarian Makna

Oleh: Azis Subekti* Penangkapan Nicolás Maduro pada awal Januari 2026 bukan sekadar peristiwa politik yang mengakhiri satu rezim. Ia adalah guncangan makna, momen ketika sebuah bangsa dipaksa bercermin, bukan hanya pada masa lalunya, tetapi pada rapuhnya cara ia memahami negara, kedaulatan, dan dirinya sendiri. Selama bertahun tahun, negara di Venezuela tidak hadir sebagai institusi yang tenang dan impersonal. Ia hidup dalam figur: suara yang keras, simbol yang tebal, ideologi yang menuntut l...

ChatGPT Image 11 Feb 2026, 21.05.31Baca Belajar Dari Paradoks Krisis
Menggugah11 Feb 2026, 21.14

Belajar Dari Paradoks Krisis

Krisis ekonomi sering datang tanpa pengumuman, tetapi hampir selalu meninggalkan pola. Ia dimulai dari angka angka yang runtuh, menjalar ke bank bank yang goyah, lalu berakhir pada kehidupan nyata: pekerjaan yang hilang, tabungan yang menguap, dan masa depan yang tiba tiba menyempit. Dalam ingatan publik, krisis kerap dipahami sebagai peristiwa teknis, soal kurs, suku bunga, atau pasar keuangan. Padahal, di baliknya selalu ada pilihan politik, relasi kuasa, dan cara pandang tentang siapa yang...

e2cd7ce4 573c 499a b2b9 bb5d563af20dBaca MIBA: Ketika Negara Memulai dari Diri Sendiri
Menggugah11 Feb 2026, 21.12

MIBA: Ketika Negara Memulai dari Diri Sendiri

Keindahan sebuah bangsa tidak pernah lahir dari baliho atau slogan yang dipoles rapi. Ia tumbuh dari disiplin, dari kebiasaan kecil yang dipaksa menjadi standar, lalu perlahan diterima sebagai kesadaran bersama. Dalam sejarah pemerintahan mana pun, perubahan semacam ini hampir selalu dimulai dari satu titik: kekuasaan yang berani menertibkan dirinya sendiri. Di situlah Gerakan MIBA Make Indonesia Beautiful Again yang digerakkan oleh Presiden Prabowo Subianto menemukan makna politiknya yang pa...

WhatsApp Image 2026 02 08 at 11.47.11 (1)Baca Warisan Bilal bin Rabah: Gema Memerdekakan
Menggugah8 Feb 2026, 20.24

Warisan Bilal bin Rabah: Gema Memerdekakan

Oleh: Azis Subekti * Di tengah panas pasir Makkah yang membakar kulit dan harga diri, seorang budak bernama Bilal bin Rabah dipaksa memilih: hidup dengan tunduk pada kebatilan, atau mati dalam kejujuran iman. Tubuhnya direbahkan, dadanya ditindih batu besar, nafasnya diperas oleh kekuasaan yang pongah. Namun dari bibir yang kering itu tidak keluar keluhan, tidak pula tawar menawar. Yang lahir justru satu kata, diulang tanpa jeda, seperti denyut jantung semesta: Ahad… Ahad… Bilal tidak sedang...

WhatsApp Image 2026 02 08 at 07.15.41Baca Mikel Arteta dan Anak anak Arsenal yang Ingin Mengakhiri Puasa Gelar
Menggugah8 Feb 2026, 07.30

Mikel Arteta dan Anak anak Arsenal yang Ingin Mengakhiri Puasa Gelar

Ada klub yang besar karena sejarah, ada yang hidup dari nostalgia. Arsenal dalam beberapa tahun terakhir berusaha menjadi yang ketiga besar karena keberanian menulis ulang nasibnya sendiri. Di tepi lapangan, Mikel Arteta berdiri bukan sekadar sebagai pelatih, melainkan penjaga api. Api yang dulu pernah berkobar terang, lama meredup, lalu kini dijaga agar tak padam sebelum waktunya menyala sempurna. Arteta paham: gelar tidak lahir dari keramaian janji, melainkan dari ketekunan pada detail. Di...

1ae27435 7d7b 4fe1 9438 d3398663576cBaca Ketika Linimasa Lebih Cepat dari Nalar
Menggugah1 Feb 2026, 23.26

Ketika Linimasa Lebih Cepat dari Nalar

Oleh: Azis Subekti Praktisi Big Data Analis, Anggota DPR RI, Fraksi Gerindra Dalam sepekan terakhir, linimasa kembali memberi pelajaran yang pahit sekaligus jujur. Publik bergerak lebih cepat dari nalar. Kabar tentang listrik dan ATM yang diklaim akan mati selama tujuh hari beredar luas tanpa sumber, tanpa otoritas, dan tanpa pijakan teknis yang masuk akal. Namun kabar itu cukup untuk menggetarkan banyak orang. Grup keluarga menjadi riuh, antrean penarikan tunai mengular, dan rasa cemas menye...

174f119f 420c 40da 8488 4f0e6237d5b2Baca Negara yang Kembali Mengingat Dirinya Catatan Sejarah Politik Indonesia Kontemporer
Menggugah15 Jan 2026, 20.44

Negara yang Kembali Mengingat Dirinya Catatan Sejarah Politik Indonesia Kontemporer

Oleh Azis Subekti Anggota DPR RI Komisi II Fraksi Gerindra Sejarah politik Indonesia bergerak tidak seperti garis lurus melainkan seperti ingatan kolektif yang kerap lupa dan sesekali sadar. Ada masa ketika negara hadir terlalu kuat hingga menindas dan ada masa ketika negara mengecil menyerahkan terlalu banyak urusan publik kepada mekanisme pasar jejaring informal dan kekuatan yang tak pernah dipilih rakyat. Indonesia kontemporer berada di antara dua pengalaman itu mencoba menghindari pengula...

ChatGPT Image 15 Jan 2026, 17.51.15Baca Ujian Lini Belakang dan Masa Depan Real Madrid Bersama Arbeloa
Menggugah15 Jan 2026, 17.54

Ujian Lini Belakang dan Masa Depan Real Madrid Bersama Arbeloa

Oleh: Azis Subekti * Jika ada satu ruang yang paling jujur memperlihatkan apakah sebuah tim siap menanjak atau justru tergelincir, maka ruang itu adalah lini belakang. Di sanalah kesalahan tak bisa disamarkan oleh statistik, dan keberanian diuji bukan lewat gemerlap gol, melainkan lewat ketenangan menghadapi krisis. Real Madrid hari ini berdiri di persimpangan itu. Dan Álvaro Arbeloa yang bertahun tahun hidup di wilayah sunyi namun menentukan tersebut memahami betul maknanya. Masalah Madrid s...

WhatsApp Image 2026 01 15 at 13.16.27Baca Ketika Dunia Mengeras: Mengapa Indonesia dan ASEAN Tak Boleh Diam
Menggugah15 Jan 2026, 17.41

Ketika Dunia Mengeras: Mengapa Indonesia dan ASEAN Tak Boleh Diam

Oleh: Azis Subekti Dunia terasa makin bising, tetapi justru kehilangan arah. Di tengah hiruk-pikuk itu, sebuah peristiwa jauh di Amerika Latin dinamika keras antara Amerika Serikat dan Venezuela menjadi pengingat bahwa politik global hari ini sedang menguji batas: seberapa jauh kekuatan boleh melangkah, dan sejauh mana aturan masih dihormati. Bagi publik Indonesia, ini mungkin terdengar jauh. Namun sesungguhnya, gaungnya sampai ke rumah kita ke harga energi, ke stabilitas kawasan, ke rasa ama...

WhatsApp Image 2026 01 10 at 12.07.12 (1)Baca Ketika Dunia Mengeras: Mengapa Indonesia dan ASEAN Tak Boleh Diam
Menggugah10 Jan 2026, 19.08

Ketika Dunia Mengeras: Mengapa Indonesia dan ASEAN Tak Boleh Diam

Oleh: Azis Subekti Dunia terasa makin bising, tetapi justru kehilangan arah. Di tengah hiruk-pikuk itu, sebuah peristiwa jauh di Amerika Latin—dinamika keras antara Amerika Serikat dan Venezuela—menjadi pengingat bahwa politik global hari ini sedang menguji batas: seberapa jauh kekuatan boleh melangkah, dan sejauh mana aturan masih dihormati. Bagi publik Indonesia, ini mungkin terdengar jauh. Namun sesungguhnya, gaungnya sampai ke rumah kita—ke harga energi, ke stabilitas kawasan, ke rasa ama...